Gomez Enggan Sesumbar Soal Peluang Juara Persib di Liga 1

Gomez Enggan Sesumbar Soal Peluang Juara Persib di Liga 1

Agen Bola

Pelatih Persib Bandung Roberto Carlos Mario Gomez enggan sesumbar mengenai peluang juara timnya di Liga 1 2018 usai mengalahkan Sriwijaya FC 2-0 di Stadion Gelora bandung Lautan Api, Sabtu (4/8).

Seusai laga, suporter setia Persib Bobotoh terus meneriakkan kata-kata juara. Menanggapi itu, Gomez tetap santai.

“Ketika kami menghitung secara matermatis, kami sudah di atas itu oke, tapi itu masih jauh. Kami masih punya lima bulan untuk memainkan semua laga, dan perlu diingat kami harus menghadapi lawan di lapangan dan juga ada lawan di luar lapangan,” kata Mario Gomez.

Dengan kemenangan atas Sriwijaya FC itu Maung Bandung kini mengemas 35 poin hasil dari 10 kemenangan, lima kali imbang dan empat kekalahan.

Pesaing terdekat Persib di klasemen sementara adalah Madura United yang menang 3-1 atas PS TIRA pada Jumat (3/8). Saat ini Maung Bandung unggul lima poin atas Madura United disusul Bali United, Barito Putera, Bhayangkara FC, dan PSM Makassar yang sama-sama memiliki 29 poin.

Mario Gomez mengaku gembira dengan tiga poin yang diraih pemainnya pada pekan ke-19 Liga 1 2018. Kemenangan itu merupakan yang ketiga secara beruntun bagi Persib.

“Ini tiga poin yang penting karena Sriwijaya bermain bagus dan mereka tim kuat. Kami juga bisa bermain baik meski harus memainkan beberapa pemain muda,” ucap Gomez.

Pelatih asal Argentina itu mengaku bangga kepada pemainnya karena bisa terus berkembang. Absennya sejumlah pemain penting seperti Bojan Malisic, Ezechiel N’Douassel, Hariono, dan Tony Sucipto tak berpengaruh pada kekuatan tim Maung Bandung.

Meski memenangi pertandingan, Gomez tak ingin memikirkan pertandingan berikutnya melawan Mitra Kukar, Jumat (10/8) mendatang.

“Hari ini kami nikmati [dulu] kemenangan, mungkin Senin ketika saya bertemu lagi baru bicara soal Mitra Kukar. Tapi saat ini kami akan menikmati dulu kemenangan karena kami ada di atas,” ucapnya. Di kubu lawan, pelatih Sriwijaya FC Subangkit tetap menghargai perjuangan anak asuhnya selama 90 menit. Ia mengatakan apa yang dilakukan oleh pemain Sriwijaya FC sudah maksimal.

“Babak pertama banyak bola langsung dikirim ke depan tapi kurang dukungan di tengah. Babak kedua ada perubahan dan kami punya peluang,” ujar Subangkit.

Hanya saja, mantan pelatih Sriwijaya U-19 itu enggan mengomentari gol yang bersarang di gawang timnya.

“Dua gol [itu] saya tidak mau komentar, hakim garis bilang gol apa tidak saya tidak tahu. Masalah kepemimpinan wasit saya juga tidak berkomentar,” kata Subangkit.

Kendati demikian, Subangkir mengakui keputusannya mengganti Yogi Rahadian dengan memasukkan Samuel Simanjuntak tidak berjalan dengan baik.

“Yogi tetap tidak maksimal. Samuel bukan bertahan dia main di lini sayap,” sambung dia.

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply